AYAT-AYAT TENTANG KONSELING

 

ALFATIHAH AYAT 1-7

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ   ߉ôJysø9$# ¬! Å_Uu‘ šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ   Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÌÈ   Å7Î=»tB ÏQöqtƒ

ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ   x‚$­ƒÎ) ߉ç7÷ètR y‚$­ƒÎ)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ   $tRω÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ   xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgø‹n=tã Ύöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgø‹n=tæ Ÿwur tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ  

1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

4. yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].

5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].

6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). ‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.

[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.

[6] Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

AL BAQARAH AYAT 153 155

$yg•ƒr¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãY‹ÏètGó™$# Ύö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïΎÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ   Ÿwur (#qä9qà)s? `yJÏ9 ã@tFø)ム’Îû È@‹Î6y™ «!$# 7NºuqøBr& 4 ö@t/ Öä!$u‹ômr& `Å3»s9ur žw šcrããèô±n@ ÇÊÎÍÈ   Nä3¯Ruqè=ö7oYs9ur &äóÓy´Î/ z`ÏiB Å$öqsƒø:$# Æíqàfø9$#ur <Èø)tRur z`ÏiB ÉAºuqøBF{$# ħàÿRF{$#ur ÏNºtyJ¨W9$#ur 3 ̍Ïe±o0ur šúïΎÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÎÈ  

153. Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

154. dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup[100], tetapi kamu tidak menyadarinya.

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

[99] Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.

[100] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

AL HAJJ AYAT 5- 7

$yg•ƒr¯»tƒ â¨$¨Z9$# bÎ) óOçFZä. ’Îû 5=÷ƒu‘ z`ÏiB Ï]÷èt7ø9$# $¯RÎ*sù /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 5>#tè? §NèO `ÏB 7pxÿõܜR §NèO ô`ÏB 7ps)n=tæ ¢OèO `ÏB 7ptóôҕB 7ps)¯=sƒ’C Ύöxîur 7ps)¯=sƒèC tûÎiüt7ãYÏj9 öNä3s9 4 ”É)çRur ’Îû ÏQ%tnö‘F{$# $tB âä!$t±nS #’n<Î) 9@y_r& ‘wK|¡•B §NèO öNä3ã_̍øƒéU WxøÿÏÛ ¢OèO (#þqäóè=ö7tFÏ9 öNà2£‰ä©r& ( Nà6ZÏBur `¨B 4†¯ûuqtGムNà6ZÏBur `¨B –Štãƒ #’n<Î) ÉAsŒö‘r& ̍ßJãèø9$# Ÿxø‹x6Ï9 zNn=÷ètƒ .`ÏB ω÷èt/ 8Nù=Ïæ $\«ø‹x© 4 “ts?ur šßö‘F{$# Zoy‰ÏB$yd !#sŒÎ*sù $uZø9t“Rr& $ygøŠn=tæ uä!$yJø9$# ôN¨”tI÷d$# ôMt/u‘ur ôMtFt6/Rr&ur `ÏB Èe@à2 £l÷ry— 8kŠÎgt/ ÇÎÈ   y7Ï9ºsŒ ¨brÎ/ ©!$# uqèd ‘,ptø:$# ¼çm¯Rr&ur Ǒøtä† 4’tAöquKø9$# ¼çm¯Rr&ur 4’n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏ‰s% ÇÏÈ   ¨br&ur sptã$¡¡9$# ×puŠÏ?#uä žw |=÷ƒu‘ $pkŽÏù žcr&ur ©!$# ß]yèö7tƒ `tB ’Îû ͑qç7à)ø9$# ÇÐÈ  

5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

6. yang demikian itu, karena Sesungguhnya Allah, Dialah yang haq[977] dan Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,

7. dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

[977] Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.

ANNUR AYAT 27-29

$pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#qè=äzô‰s? $·?qã‹ç/ uŽöxî öNà6Ï?qã‹ç/ 4_®Lym (#qÝ¡ÎSùtGó¡n@ (#qßJÏk=|¡è@ur #’n?tã $ygÎ=÷dr& 4 öNä3Ï9ºsŒ ׎öyz öNä3©9 öNä3ª=yès9 šcr㍩.x‹s? ÇËÐÈ   bÎ*sù óO©9 (#r߉ÅgrB !$ygŠÏù #Y‰ymr& Ÿxsù $ydqè=äzô‰s? 4Ó®Lym šcsŒ÷sムö/ä3s9 ( bÎ)ur Ÿ@ŠÏ% ãNä3s9 (#qãèÅ_ö‘$# (#qãèÅ_ö‘$$sù ( uqèd 4’s1ø—r& öNä3s9 4 ª!$#ur $yJÎ/ šcqè=yJ÷ès? ÒOŠÎ=tæ ÇËÑÈ   }§øŠ©9 ö/ä3ø‹n=tæ îy$oYã_ br& (#qè=äzô‰s? $·?qã‹ç/ uŽöxî 7ptRqä3ó¡tB $pkŽÏù Óì»tFtB ö/ä3©9 4 ª!$#ur ÞOn=÷ètƒ $tB šcr߉ö6è? $tBur šcqßJçGõ3s? ÇËÒÈ  

27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

28. jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, Maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, Maka hendaklah kamu kembali. itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

29. tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

ALLUKMAN 10-15

t,n=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ΎötóÎ/ 7‰uHxå $pktX÷rts? ( 4’s+ø9r&ur ’Îû ÇÚö‘F{$# zÓśºuru‘ br& y‰‹ÏJs? öNä3Î/ £]t/ur $pkŽÏù `ÏB Èe@ä. 7p­/!#yŠ 4 $uZø9t“Rr&ur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB $oY÷Gu;/Rrsù $pkŽÏù `ÏB Èe@à2 8l÷ry— AOƒÍx. ÇÊÉÈ   #x‹»yd ß,ù=yz «!$# †ÎTrâ‘rsù #sŒ$tB t,n=y{ tûïÏ%©!$# `ÏB ¾ÏmÏRrߊ 4 È@t/ tbqßJÎ=»©à9$# ’Îû 9@»n=|Ê &ûüÎ7•B ÇÊÊÈ   ô‰s)s9ur $oY÷s?#uä z`»yJø)ä9 spyJõ3Ïtø:$# Èbr& öä3ô©$# ¬! 4 `tBur öà6ô±tƒ $yJ¯RÎ*sù ãä3ô±o„ ¾ÏmÅ¡øÿuZÏ9 ( `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ӊ‹ÏJym ÇÊËÈ   øŒÎ)ur tA$s% ß`»yJø)ä9 ¾ÏmÏZö/ew uqèdur ¼çmÝàÏètƒ ¢Óo_ç6»tƒ Ÿw õ8Ύô³è@ «!$$Î/ ( žcÎ) x8÷ŽÅe³9$# íOù=Ýàs9 ÒOŠÏàtã ÇÊÌÈ   $uZøŠ¢¹urur z`»|¡SM}$# Ïm÷ƒy‰Ï9ºuqÎ/ çm÷Fn=uHxq ¼çm•Bé& $·Z÷dur 4’n?tã 9`÷dur ¼çmè=»|ÁÏùur ’Îû Èû÷ütB%tæ Èbr& öà6ô©$# ’Í< y7÷ƒy‰Ï9ºuqÎ9ur ¥’n<Î) 玍ÅÁyJø9$# ÇÊÍÈ   bÎ)ur š‚#y‰yg»y_ #’n?tã br& š‚͍ô±è@ ’Î1 $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ Ÿxsù $yJßg÷èÏÜè? ( $yJßgö6Ïm$|¹ur ’Îû $u‹÷R‘‰9$# $]ùrã÷ètB ( ôìÎ7¨?$#ur Ÿ@‹Î6y™ ô`tB z>$tRr& ¥’n<Î) 4 ¢OèO ¥’n<Î) öNä3ãèÅ_ötB Nà6ã¥Îm;tRésù $yJÎ/ óOçFZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÎÈ  

10. Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

11. Inilah ciptaan Allah, Maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

12. dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

13. dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

14. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

[1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

ALLUKMAN AYAT 33-34

$pkš‰r¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# öNä3­/u‘ (#öqt±÷z$#ur $YBöqtƒ žw ”Ì“øgs† ì$Î!#ur `tã ¾Ínωs9ur Ÿwur îŠqä9öqtB uqèd A—%y` `tã ¾ÍnÏ$Î!#ur $º«ø‹x© 4 žcÎ) y‰ôãur «!$# A,ym ( Ÿxsù ãNà6¯R§äós? äo4qu‹ysø9$# $u‹÷R‘‰9$# Ÿwur Nà6¯R§äótƒ «!$$Î/ â‘rãtóø9$# ÇÌÌÈ   ¨bÎ) ©!$# ¼çny‰YÏã ãNù=Ïæ Ïptã$¡¡9$# Ú^Íi”t\ãƒur y]ø‹tóø9$# ÞOn=÷ètƒur $tB ’Îû ÏQ%tnö‘F{$# ( $tBur “Í‘ô‰s? Ó§øÿtR #sŒ$¨B Ü=Å¡ò6s? #Y‰xî ( $tBur “Í‘ô‰s? 6§øÿtR Äd“rÎ/ <Úö‘r& ßNqßJs? 4 ¨bÎ) ©!$# íOŠÎ=tæ 7ŽÎ6yz ÇÌÍÈ  

33. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

34. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1187]. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

[1187] Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, Namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

AL ISRA’ AYAT 23 25

* 4Ó|Ós%ur y7•/u‘ žwr& (#ÿr߉ç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ) 4 $¨BÎ) £`tóè=ö7tƒ x8y‰YÏã uŽy9Å6ø9$# !$yJèd߉tnr& ÷rr& $yJèdŸxÏ. Ÿxsù @à)s? !$yJçl°; 7e$é& Ÿwur $yJèdöpk÷]s? @è%ur $yJßg©9 Zwöqs% $VJƒÌŸ2 ÇËÌÈ   ôÙÏÿ÷z$#ur $yJßgs9 yy$uZy_ ÉeA—%!$# z`ÏB ÏpyJôm§9$# @è%ur Éb>§‘ $yJßg÷Hxqö‘$# $yJx. ’ÎT$u‹­/u‘ #ZŽÉó|¹ ÇËÍÈ   ö/ä3š/§‘ ÞOn=÷ær& $yJÎ/ ’Îû ö/ä3řqàÿçR 4 bÎ) (#qçRqä3s? tûüÅsÎ=»|¹ ¼çm¯RÎ*sù tb%Ÿ2 šúüÎ/º¨rF|Ï9 #Y‘qàÿxî ÇËÎÈ  

23. dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia[850].

24. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

25. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, Maka Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.

[850] Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

ALMAIDAH AYAT 6

$pkš‰r¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä #sŒÎ) óOçFôJè% ’n<Î) Ío4qn=¢Á9$# (#qè=Å¡øî$$sù öNä3ydqã_ãr öNä3tƒÏ‰÷ƒr&ur ’n<Î) È,Ïù#tyJø9$# (#qßs|¡øB$#ur öNä3řrâäãÎ/ öNà6n=ã_ö‘r&ur ’n<Î) Èû÷üt6÷ès3ø9$# 4 bÎ)ur öNçGZä. $Y6ãZã_ (#r㍣g©Û$$sù 4 bÎ)ur NçGYä. #ÓyÌó£D ÷rr& 4’n?tã @xÿy™ ÷rr& uä!%y` Ӊtnr& Nä3YÏiB z`ÏiB ÅÝͬ!$tóø9$# ÷rr& ãMçGó¡yJ»s9 uä!$|¡ÏiY9$# öNn=sù (#r߉ÅgrB [ä!$tB (#qßJ£Ju‹tFsù #Y‰‹Ïè|¹ $Y6ÍhŠsÛ (#qßs|¡øB$$sù öNà6Ïdqã_âqÎ/ Nä3ƒÏ‰÷ƒr&ur çm÷YÏiB 4 $tB ߉ƒÌãƒ ª!$# Ÿ@yèôfuŠÏ9 Nà6ø‹n=tæ ô`ÏiB 8ltym `Å3»s9ur ߉ƒÌãƒ öNä.tÎdgsÜãŠÏ9 §NÏGãŠÏ9ur ¼çmtGyJ÷èÏR öNä3ø‹n=tæ öNà6¯=yès9 šcrãä3ô±n@ ÇÏÈ  

6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

[403] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.

[404] Artinya: menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi.

AN NAHL AYAT 125

äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ  

125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

[845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

AL HUJURAT AYAT 2-3

$pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#þqãèsùös? öNä3s?ºuqô¹r& söqsù ÏNöq|¹ ÄcÓÉ<¨Y9$# Ÿwur (#rãygøgrB ¼çms9 ÉAöqs)ø9$$Î/ ̍ôgyfx. öNà6ÅÒ÷èt/ CÙ÷èt7Ï9 br& xÝt7øtrB öNä3è=»yJôãr& óOçFRr&ur Ÿw tbrâßêô±s? ÇËÈ   ¨bÎ) z`ƒÏ%©!$# tbq‘Òäótƒ öNßgs?ºuqô¹r& y‰ZÏã ÉAqߙu‘ «!$# y7Í´¯»s9ré& tûïÏ%©!$# z`ystGøB$# ª!$# öNåku5qè=è% 3“uqø)­G=Ï9 4 Oßgs9 ×otÏÿøó¨B íô_r&ur íOŠÏàtã ÇÌÈ  

2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu[1408], sedangkan kamu tidak menyadari.

3. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka Itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

[1408] Meninggikan suara lebih dari suara Nabi atau bicara keras terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. karena itu terlarang melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan.

ALHUJURAT 10- 13

$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹rsù tû÷üt/ ö/ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ   $pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw öy‚ó¡o„ ×Pöqs% `ÏiB BQöqs% #Ó|¤tã br& (#qçRqä3tƒ #ZŽöyz öNåk÷]ÏiB Ÿwur Öä!$|¡ÎS `ÏiB >ä!$|¡ÎpS #Ó|¤tã br& £`ä3tƒ #ZŽöyz £`åk÷]ÏiB ( Ÿwur (#ÿrâ“ÏJù=s? ö/ä3|¡àÿRr& Ÿwur (#râ“t/$uZs? É=»s)ø9F{$$Î/ ( }§ø©Î/ ãLôœew$# äqÝ¡àÿø9$# y‰÷èt/ Ç`»yJƒM}$# 4 `tBur öN©9 ó=çGtƒ y7Í´¯»s9résù ãNèd tbqçHÍ>»©à9$# ÇÊÊÈ   $pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è­/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtä†r& óOà2߉tnr& br& Ÿ@à2ùtƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§‘ ÇÊËÈ   $pkš‰r¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu‘$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ  

10. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

[1409] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

AL FATH AYAT 29

Ӊ£Jpt’C ãAqߙ§‘ «!$# 4 tûïÏ%©!$#ur ÿ¼çmyètB âä!#£‰Ï©r& ’n?tã ͑$¤ÿä3ø9$# âä!$uHxq①öNæhuZ÷t/ ( öNßg1ts? $Yè©.①#Y‰£Úߙ tbqäótGö6tƒ WxôÒsù z`ÏiB «!$# $ZRºuqôÊ͑ur ( öNèd$yJ‹Å™ ’Îû OÎgÏdqã_ãr ô`ÏiB ̍rOr& ϊqàf¡9$# 4 y7Ï9ºsŒ öNßgè=sVtB ’Îû Ïp1u‘öq­G9$# 4 ö/àSè=sVtBur ’Îû È@ŠÅgUM}$# ?íö‘t“x. ylt÷zr& ¼çmt«ôÜx© ¼çnu‘y—$t«sù xán=øótGó™$$sù 3“uqtFó™$$sù 4’n?tã ¾ÏmÏ%qߙ Ü=Éf÷èムtí#§‘–“9$# xáŠÉóu‹Ï9 ãNÍkÍ5 u‘$¤ÿä3ø9$# 3 y‰tãur ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# Nåk÷]ÏB ZotÏÿøó¨B #·ô_r&ur $JJ‹Ïàtã ÇËÒÈ  

29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

[1406] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

WAHDATUL WUJUD

 

PENGEMBANGAN MAKALAH

 

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM II

 

Tentang

WAHDAT AL-WUJUD

 

 

Oleh

 

 

M. Rusdi

                                                                BP. 409.272

 

 

Dosen Pembimbing

Dr. H. Gusril Kenedi, M. Pd

 

 

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI)

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

T.A 2012 M/ 1433 H

 

KATA PENGANTAR

 

 

Assalamuilaikum wr.wb

Puji dan syukur diucapkan kepada Allah Swt, yang telah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga  telah dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Shalawat dan Salam juga tidak lupa  diucapkan kepada Nabi Muhammad Saw, sebagai Uswah dalam kehidupan, juga kepada keluarga, dan pengikutnya sampai akhir zaman.

 

         Dalam penyelesaian pengembangan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, terutama dosen pembimbing mata kuliah Bimbingan Konseling Islam II (BKI II) yakni bapak Dr. H. Gusril Kenedi, M. Pd, hingga selesainya makalah ini dengan baik. Ucapan terima kasih kepada teman-teman  serta juga kepada semua pihak  yang telah berkonstribusi hingga terbitnya makalah ini.

 

         Sepenuhnya penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh kesempurnaan keilmiahannya, untuk itu sangat diharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun, sehingga kedepannya lebih baik lagi, sebelumnya  diucapkan terima kasih.

         Wassalamualaikum wr.wb

 

 

                                                                                               Padang, 05 Januari 2012

 

                   

 

                                                                                                                        Penulis

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………………………….. …

DAFTAR ISI……………………………………………..         ..

BAB  I        PENDAHULUAN …………………………

BAB  II       PEMBAHASAN……………………………

2.1 Pengertian dan Konsep Dasar Tentang

      Wahdat Al-Wujud…………………………………………..

2.2 Sejarah Lahirnya Paham Wahdat Al-Wujud………

2.3 Konsep Manusia yang Sehat dan Sakit

      Menurut Paham Wahdat Al- Wujud…………………….

2.4 Implikasi Paham Wahdat Al-Wujud

      Dalam Konseling…………………………………………….

BAB  III     PENUTUP 

                        3.1 Kesimpulan………………………………………..

                        3.2 Saran……………………………………………….

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB  I

PENDAHULUAN

 

Suatu kajian Tasawuf yang bertujuan untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah Swt ialah mengenai wahdat al-wujud (kesatuan wujud). Diakui secara luas bahwa pendiri paham wahdat al-wujud adala sufi terkemuka, Ibnu ‘Arabi (lahir di Murcia, Andalusia pada 560/1165 dan wafat di Damaskus, Syam, pada 638/1240). Diantara pengajaran Ibnu ‘Arabi tentang Tuhan dan alam adalah bahwa Allah (Tuhan) itu mawjud (ada) dengan dzat-Nya dan karena dzat-Nya sendiri. Dia adalah wujud yag mutlak, tidak terbatas oleh yang lain, bukan ma’lul (akibat) dari sesuatu, bukan pula ‘illah (sebab) bagi sesuatu. Dia adalah pencipta bagi sebab-sebab dan akibat-akibat. Jadi, wahdat al-wujud adalah pengakuan bahwa hanya ada dzat tunggal saja, dan tidak ada yang mewujud selain itu.

 

Demikian sekilas gambaran tentang paham wadat al-wujud, untuk dapat mengetahui sejumlah ajaran atau ungkapan-ungkapan  penting dari ‘Ibnu ‘Arabi yang mengandung atau erat kaitannya dengan kesatuan wujud, maka akan penulis paparkan pada bab pembahasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian dan Konsep Dasar Tentang Wahdat Al-Wujud

            Kata “wahdat al-wujud” berarti kesatuan wujud. Dalam kata bahasa Inggris unity of existence. Sebagai pokok persoalan” wahdad al-wujud” adalah yang sebenarnya berhak mempunyai wujud hanyalah satu, yaitu Tuhan. Dan wujud selain dari Tuhan adalah wujud bayangan.[1]

 

            Konsep dasar pertama dari filasafat Ibnu al Arabi adalah pengakuan bahwa hanya ada Zat Tunggal saja, dan tidak ada sesuatu yang mewujud selain itu. Istilah Arab untuk mewujud adalah wujud, yang dapat disamakan dengan keperiadaan (eksisten).[2] Ada lima tahapan dalam proses pengaturan diri dari zat yang biasa dikenal hadrat khams, yaitu:

  1. Tahap pertama

Zat dengan pengaturan dirinya adalah mutlak tunggal (ahad). Pada tahap ini zat disebut sebagai Ahadiyyah, kesatuan mutlak.

  1. Tahap kedua

Wahdah atau ketunggalan, yakni ketika perbedaan batini muncul dalam zat. Ini terjadi manakala zat mengada pada diri sendiri dari diri sendiri, (yaitu pada) gagasan-gagasan tentang segala sesuatu yang muncul dari dunia dimasa depan.

  1. Tahap ketiga

Wahidiyah atau kesatuan, yakni ketika zat menentukan sendiri eksistesialitas dalam objek-objek berkenaan dengan prototipe idealnya yakni a’yan tsabitah.

  1. Tahap keempat

Penentuan yang dikhususkan dari zat didalam jiwa yang disebut ta’ayun ruhi,yaitu penentuan rohaniah; dalam bentuk simbolis disebut ta’ayun mitsali atau penentuan simbolis.

  1. Tahap kelima

Ta’ayun jasadi atau penentuan jasadi. Penentuan eksistensial adalah tertentu, sebagaii kebalikkan dari penentuan idel yang tidak-terbatas.[3]

            Diantara pengajaran Ibnu ‘Arabi tentang Tuhan dan alam adalah bahwa Allah (Tuhan) itu mawjud (ada) dengan dzat-Nya dan karena dzat-Nya sendiri. Dia adalah wujud yag mutlak, tidak terbatas oleh yang lain, bukan ma’lul (akibat) dari sesuatu, bukan pula ‘illah (sebab) bagi sesuatu. Dia adalah pencipta bagi sebab-sebab dan akibat-akibat. Dia adalah raja Kudus yang senatisa ada.[4] Konsekuensi dari dokrin Zat Tunggal (wahdat al-wujud) seperti yang dikemukakan oleh Ibnu ‘Arabi diatas adalah bahwa segala subjek dari setiap prediket adalah Tuhan, bahkan apabila subjek yang nampak adalah berbeda, sebagai zat manusia ataupun bukan manusia. Tuhan adalah yang mengetahui dan yang diketahui, yang maha kuasa, dan objek kekuasaan, yang berkehendak dan yang dikendaki, penggerak dan yang digerakkan, dan lain-lainnya. Ibnu arabi menukilkan dalam sebuah syairnya yaitu;

 

Wahai pencipta segala sesuatu dalam diri-Mu, pada-Mu terhimpun segala yang Engkau jadikan, Engkau ciptakan apa yang ada dengan tidak terbatas dalam diri-Mu sebab Engkau adalah yang unik tetapi meliputi seluruhnya

 

2.2 Sejarah Lahirnya Paham Wahdat Al-Wujud

            Paham ini merupakan perluasan dari paham hulul, yang dibawa oleh Muhyi al-Din Ibn Arabi kelahiran Spanyol pada tahun 560 H. Dan meninggal pada tahun 638 H di Damaskus.[5] Paham wahdad al-wujud diajarkan oleh Muhy Al-qin ibnu Arabi. Dia lahir dikota Murcia Spanyol pada tahun 1165 M. Ibnu Arabi belajar di Seville, kemudian setelah selesai pindah ke Ruris. Disana ia mengikuti dan memperdalam aliran sufi. Menurut pemikiran tasawufnya, bahwa Tuhan ingin melihat diri-Nya dari luar diri-Nya maka dijadikan-Nya alam, alam merupakan cermin bagi Tuhan. Pada benda-benda yang ada dalam alam karena esensinya ialah sifat keTuhanya, Tuhan melihat diri-nya. Dari sini timbul faham kesatuan wujud. Yang banyak dalam alam ini hanya dalam penglihatan banyak, pada hakekatnya itu semua adalah satu.

 

            Dikatakan paham ini merupakan perluasan dari konsepsi al-hulul adalah karena nasut yang ada dalam hulul ia ganti dengan khalq (makhluk), sedang lahut menjadi al-haqq (Tuhan). Khalq dan al-Haqq adalah dua sisi bagi sesuatu, dua aspek yanga ada pada segala sesuatu. Aspek lahirnya disebut Khalq dan aspek batinnya disebut al-aqq. Dengan demikian segala sesuatu yang ada ini mengandung aspek lahir dan aspek batin atau terdiri dari ‘ard dan jauhar. Aspek khalq atau apek luar memiliki sifat kemakhlukan atau nasut sedangkan aspek batin atau al-haqq memiliki sifat keTuhanan atau lahut.

 

            Tiap –tiap yang begerak tidak terelpas dari kedua aspek itu, yaitu sifat ke-Tuhannan dan sifat kemanusiaan. Tetapi aspek yang terpenting ialah aspek batinnya atau aspek al-haqq dan aspek ini merupakan hakikat/esensi dari tiap-tiap yang wujud. Orang-orang Orientelis megatakan bahwa paham ini adalah pantheistik tetapi sebenarnya ada perbedaan yang mendasar antara wahdatul wujud dengan pantheisme.

 

2.3 Konsep Manusia Yang Sehat Dan Sakit Menurut Paham Wahdat Al- Wujud

  1. Konsep Manusia Yang Sehat Menurut Paham Wahdat Al-Wujud

                        Manusia adalah hamba Tuhan karena Tuhan telah ber-illusinasi secara dzatiyah pada manusia sehingga manusia adalah dzat Tuhan, karena kejadiannya yang demikian itu ia disebut insan kamil atau nuskhat Ilahi. Sedangkan manusia lain hanya menerima pancaran tajalli saja, sehingga hanya beberapa aspek yang sama dengan Tuhan. Hingga ia sampai pada suatu keadaan yang memungkinkannya untuk dapat melihat, mendengar dan berbicara melalui Tuhan serta bersama Tuhan, artinya ia telah diberi Tuhan suatu kemampuan yang sama dengan Tuhan, sehingga seluruh perilakunya ialah atas nama Tuhan. Dari konsep diatas, jika dijalankan oleh manusia, maka dapat dikatakan bahwa manusia itu telah sehat.

 

                        Insan kamil adalah esensi kecemerlangan cermin alam. Insan kamil adalah dua citra, yang pertama kedudukannya sebagai manusia baru, dan kedua kedudukannya sebagai manusia abadi. Dengan demikian, menurut ajaran ini insan kamil (manusia yang sehat) adalah manusia yang baru dan abadi. Dalam hal yang sama, nampaknya gambaran manusia dalam tasawuf Ibnu Arabi adalah manusia adan makhluk tersempurna dalam hubungan dengan kualitas kejadian dan kualitas kemampuan dan kefungsian. Konsep ini memperlihatkan, bahwa setiap manusia memiliki otonomi pribadi dan kemampuan untuk meningkatkan jati dirinya ketingkat yang menyerupai Tuhan. Hal ini berarti, bahwa setiap orang terbuka kemungkinan dan peluang untuk mencapai kualitas insan kamil melalui proses sufistis.

 

 

  1. Konsep Manusia Yang Sakit Menurut Paham Wahdat Al-Wujud

                        Manusia yang sakit dalam pandangan  ajaran tasawuuf wahdat al-wujud ini adalah manusia yang tidak tahu tujuan Tuhan menciptakan alam dan dirinya sendiri, kata Ibnu Arabi adalah agar ia bisa melihat diri-Nya sendiri dalam bentuk yang dengan itu nampak jelas Asma dan sifat-Nya. Kesadaran manusia bahwa ada wujud Tuhan esensial di alam ini tidak menyentuh hatinya bahkan mengingkari keyakinan akal sehatnya.

 

2.4 Implikasi Paham Wahdat Al-Wujud Dalam Konseling

            Setelah dipaparkan pengertian, konsep dasar, sejarah dan juga konsep manusia yang sehat dan sakit dari pandangan tasawuf Ibn Arabi diatas, maka juga dapat dikaji dalam ilmu konseling. Keterkaitan konsep wahdat al-wujud (kesatuan wujud) yang bertujuan agar manusia menjadi insan kamil melalui proses sufistis dengan seorang klien yang datang kepada konselor ialah konsep penenangan diri dalam rangka menemukan masalah yang ia alami supaya menjadi manusia yang mandiri dan terbebas.

 

            Wahdat al-wujud sebagai sebagai suatu ilmu mempunyai metode, dengan metode itulah fungsi dan tujuan serta aplikasi yang esensial dari ilmu ini dapat tercapai dengan baik, benar dan ilmiah. Terhadap seorang konselor, pemahaman yang dapat ia diterapakan dalam membantu kliennya, maka ia harus mempunyai keyakinan yang dapat diraih melalui: ilmul yaqin, ‘ainul yaqin, haqqul yaqin serta kamalul yaqin.[6]         

 

          Adapun prinsip-prinsip yang dapat dipahami dalam tasawuf Ibn Arabi ini dalam pelaksanaan konseling maupun psikoterapi Islam ialah prinsip tauhid, prinsip tawakal, prinsip syukur, prinsip sabar, prinsip sabar, prinsip taubat nasuha, prinsip hidayah allah dan prinsip zikrullah.[7] 

 

            Sesuai dengan konsep manusia yang sakit atau bermasalah dalam pandangan tasawuf wahdat al-wujud ini, maka klien dapat dipahami bermasalah tentang bagaimana cara berfikir dan berperilaku yang Qurani, namun pada prosesnya, justru sang klien lebih banyak mengarah kepada perdebatan. Untuk mengatasi klien yang seperti ini, “teori mujadalah bil ahsan sangat tepat, yaitu memberikan bimbingan dengan menggunakan bantahan dan sanggahan yang mendidik dan menentramkan. Prinsip-prinsip yang khas dan  dapat di impilikasikan dari teori ini adalah sebagai berikut:

1)      Harus ada kesabaran yang tinggi dari konselor.

2)      Konselor harus menguasai akar permasalahan dan tarapinya dengan baik.

3)      Saling menghormati dan menghargai.

4)      Bukan bertujuan menjatuhkan atau mengalahkan klien, tetapi membimbing klien mencari kebenaran.

5)      Rasa persaudaraan dan penuh kasih sayang.

6)      Tutur kata dan bahasa yang mudah dipahami dan halus.

7)      Tidak menginggung perasaan klien.

8)      Mengemukakan dalil-dalil Al-Quran dan As-Sunnah dengan tepat dan jelas.

9)      Ketauladanan yang sejati. Artinya apa yang konselor lakukan dalam proses konseling benar-benar telah dipahami, diamplikasikan dan dialami konselor.[8]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Dari penjelasan tentang materi diatas yang berkaitan dengan wahdat al-wujud (kesatuan wujud) dari paham tasawufnya Ibn ‘Arabi, maka dapat disimpulkan sebagai berikut; Wahdat al wujud adalah pengakuan bahwa hanya ada dzat tunggal saja, dan tidak ada yang mewujud selain itu. Sejarah lahirnya paham wahdat al-wujud ini merupakan perluasan dari paham hulul, yang dibawa oleh Muhyi al-Din Ibn Arabi kelahiran Spanyol pada tahun 560 H. Paham wahdad al-wujud diajarkan oleh Muhy Al-qin ibnu Arabi. Dia lahir dikota Murcia Spanyol pada tahun 1165 M. Ibnu Arabi belajar di Seville, kemudian setelah selesai pindah ke Ruris. Disana ia mengikuti dan memperdalam aliran sufi. Menurut pemikiran tasawufnya, bahwa Tuhan ingin melihat diri-Nya dari luar diri-Nya maka dijadikan-Nya alam, alam merupakan cermin bagi Tuhan.

              Konsep manusia yang sehat menurut tasawuf ini ilaha manusia yang sudah mencapai  dejarat insan kamil dan sebaliknya manusia yang sakit ialah manusia yang ragu terhadap sang penciptanya. Implikasinya dalam konseling dapat dilakukan konselor berupa pemberian keyakinan yang kuat kepada klien dengan cara menerapkan teori atau teknik yang Islami seperti diatas.

 

3.2 Saran

Demikialah makalah ini dibuat dengan sebagaimana mestinya, namun dari itu semua juga tidak terlepas dari saran dan kritikan yang membangun dari pemabaca yang budiman untuk penyempurnaan keilmiahan makalah  ini dimasa yang akan datang. Besar harapakan penulis semoga makalah ini bermamfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dahhlan Aziz Abdul, Penilaian Teologis Atas Faham Wahdat Ala-Wujud Tuhan Alam Manusia, Padang: IAIN IB Press, 1999

Bakran Adz-Dzaki Hamdani , Konseling Dan Psikoterapi Islam, Joyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2006

Ansari Abd Haq Muhammad , Antara Sufisme Dan Syari’ah (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993

Mustofa, Akhlak Tasawuf, Bandung: CV. Pustaka Setia, 1999

Siregar Rivay, Tasawuf Dari Sufisme Klasik Ke Neo Sufisme, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 1999

Daradjat Zakiah, Psikoterapi Islami, Jakarta: PT.Bulan Bintang, 2002


[1] Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 1999) h.275

[2] Muhammad Abd. Haq Ansari, Antara Sufisme Dan Syari’ah (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993) Cet.2 h.149-150

[3] Ibid h. 150-151

[4] Abdul Aziz Dahlan, Penilaian Teologis Atas Faham Wahdat Ala-Wujud Tuhan Alam Manusia, (Padang: IAIN IB Press, 1999) Cet. 1 h.37

[5] Rivay Siregar, Tasawuf Dari Sufisme Klasik Ke Neo Sufisme,(Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 1999) cet-1 h.182-183

[6] Hamdani Bakran Adz-Dzaki, Konseling Dan Psikoterapi Islam, (Joyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2006) cet-5 h.254-256

[7] Zakiah Daradjat, Psikoterapi Islami, (Jakarta: PT.Bulan Bintang, 2002) cet-1 h.129-139

[8] Op Cit, Hamdani Bakran, h.205

SUSU KEDELAI ASLI KAYA PROTEIN

Susu kedelai asli adalah minuman yang berkhasiat untuk kesehatan, kecantikan dan kecerdasan.

Kesehatan      : Untuk menetralkan tekanan darah , melancarkan peredaran darah,    membunuh sel-sel kanker, mencegah dan mengobati serangan jantung, mencegah dan mengobati penyakit biri-biri, mengobati wasir/ embeyen, serta mencegah gangguan pra monopause dll

Kecantikan    :  Mengangkat sel-sel tubuh, yang mati sehingga memperlambat proses penuaan/ membuat awet muda, menyuburkan rambut, menguatkan tulang, dan menguatkan gigi.

Kecerdasan  :  Membantu pertumbuhan otak mulai dari janin, meningkatkan daya tahan dalam belajar, meningkatkan gizi, serta memperlambat, proses kepikunan..

 

 

Kini telah hadir susu kedelai asli kaya protein dikota padang

 

TELAH HADIR SUSU KEDELAI ASLI KAYA PROTEIN DIKOTA PADANG

 

Susu kedelai asli kaya protein dengan merek ASKA telah hadir dikota Padang

yang beralamat di gang Masjid Al-Azhar Ampang kecamatan Padang Timur

siap melayani anda langsung diantar ke alamat silah dihubungi nomor hand pone Suriyanto ( 085261472747) (087895946565)

Eko (087892872890)  Rahmat Butar-butar (081993991353)

Susu ASKA yang kami sediakan bermacam-macam warna dan rasa diantaranya susu warna melon, strawberi, jahe, coklat, putih, dll.

kami menjual susu kedelai dengan harga damai yaitu Rp 25.00 perbungkus, dan kami juga menyediakan susu kedelai bubuk asli dengan harga 30.000 perbungkus dengan berat 7 garis.

Adapun khasiat susu kedelai asli antara lain: Mencerahkan kulit, menormalkan darah, mempermudah buang air besarmeningkatkat daya IQ dll.

TELAH HADIR SUSU KEDELAI ASLI KAYA PROTEIN DIKOTA PADANG

Susu kedelai asli kaya protein dengan merek ASKA telah hadir dikota Padang

yang beralamat di gang Masjid Al-Azhar Ampang kecamatan Padang Timur

siap melayani anda langsung diantar ke alamat silah dihubungi nomor hand pone Suriyanto ( 085261472747) (087895946565)

Eko (087892872890)  Rahmat Butar-butar (081993991353)

Susu ASKA yang kami sediakan bermacam-macam warna dan rasa diantaranya susu warna melon, strawberi, jahe, coklat, putih, dll.

kami menjual susu kedelai dengan harga damai yaitu Rp 25.00 perbungkus, dan kami juga menyediakan susu kedelai bubuk asli dengan harga 30.000 perbungkus dengan berat 7 garis.

Adapun khasiat susu kedelai asli antara lain: Mencerahkan kulit, menormalkan darah, mempermudah buang air besarmeningkatkat daya IQ dll.